JS Organic Life - шаблон joomla Окна

Sinergi Berbagai Pihak Diperlukan untuk Tingkatkan Produktifitas Pertanian

Saat melantik Menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019 – 2020, Presiden menekankan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani agar memiliki daya saing secara ekonomi dalam pemenuhan pangan nasional. Apalagi saat ini, tantangan terbesar pertanian Indonesia adalah bagaimana petani bisa menghasilkan produk pertanian berkualitas dalam tantangan lingkungan, demografis, ekonomi dan selera konsumen yang semakin kompleks.

 

Berdasarkan laporan Asia Food Challenge Report, negara-negara di Benua Asia bakal mengalami krisis pangan dalam 10 tahun ke depan. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, Indonesia tentunya juga perlu mewaspadai ancaman krisis pangan tersebut.

Demikian disampaikan Iskandar Andinuhung Chairman Institute for Food and Agriculture Development Studies (IFADS), dalam acara Media Gathering bertajuk “Strategi dan Kebijakan Pertanian di Indonesia 2019-2024: Pembangunan Pertanian di Era Industri 4.0 dan Kesiapan Milenial Menuju Indonesia Emas 2045” di Jakarta, 12/12/2019.

Menurut Andinuhung, untuk mencapai target besar yang dicanangkan Presiden diperlukan sinergi dan kerjasama berbagai pihak, baik baik para penyuluh lapangan, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga lain, industri, maupun media.

Saat ini, lanjut Andinuhung, dunia pertanian Indonesia sudah cukup baik. Namun ekspektasi pasar yang bergerak terlalu cepat membutuhkan akselerasi untuk memenuhinya.

“Perlu dukungan pasar untuk mengikuti perkembangan pasar yang bergerak terlalu cepat sehingga perlu akselerasi. Dukungan pakar mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yg terus berkembang,” kata Andinuhung.

Andinuhung mengakui, saat ini masih ada hambatan yang harus diatasi, diantaranya ada kekawatiran adanya degradasi lahan sehingga tak berkelanjutan.

 

“Banyak negara sudah bisa membangun pertanian yang berkelanjutan, kita berharap Indonesia segera mengikutinya,” kata Andinuhung.

Optimisme Andinuhun wajar, apalagi Indonesia dianugerahi iklim yang memungkinkan semua tanaman bisa tumbuh dengan subur.

 “Potensinya luar biasa, tinggal bagaimana kita mengolahnya untuk menghasilkan produktifitas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan 260 juta penduduk Indonesia,” jelasnya.

 Andinuhung menambahkan, diperlukan teknologi yang baik untuk meningkatkan produktifitas sebab kepemilikan lahan sebagian besar petani di indonesia luasannya kecil-kecil.

Ia berharap, dengan penerapan teknologi yang baik Indonesia bisa kembali merasakan kejayaan produk-produk pertanian yang pernah merajai dunia, seperti lada, pala, vanili dan gula.

 “Khusus gula, Indonesia pernah menjadi produsen gula terbesar di dunia setelah Cuba. Namun lambatnya penerapan teknologi dan berbagai hambatan yang lain, Industri gula tanah air mengalami kemunduran, sehingga kini menjadi salah satu pengimpor gula terbesar di Dunia,” kata Andinuhung.

 Andinuhung mengusulkan istilah ‘Pembangunan Pertanian Semesta’, artinya pembangunan pertanian dilakukan dengan melibatkan partisipasi semua lapisan masyarakat. Dengan teknologi diharapkan mampu mendeteksi berbagai kekurangan, misalnya pemilihan bibit yg cocok, pemupukan dan perawatan, dalam proses produksi selama ini untuk peningkatan produktifitas.

 Perwakilan Industri Perlindungan Tanaman dan Perbenihan, Midzon Johannis menambahkan, saat ini tantangan yang dihadapi petani Indonesia memang semakin kompleks. Di Indonesia sendiri ada sekitar 28 juta rumah tangga yang hidup dalam pertanian. Jika dalam satu keluarga memiliki satu istri dan satu anak, maka jumlahnya hampir mencapai 100 juta penduduk.

 “Saat ini tantangan yang dihadapi petani memang tidak mudah. Apalagi jumlah penduduk kita juga terus bertambah, sehingga kebutuhannya pun terus meningkat. Estimasinya di tahun 2030 ada sekitar 300 juta penduduk,” kata Midzon.

Selain populasi penduduk yang terus meningkat, mayoritas petani Indonesia adalah petani gurem dengan luas lahan garapan kurang dari 0,5 hektar. Johannis mengatakan jumlahnya sekitar 57 persen dari total petani di Indonesia.

 “Migrasi penduduk dari desa ke kota juga jadi tantangan tersendiri. Di tahun 2030, estimasinya 70 persen penduduk Indonesia tinggal di kota, sehingga ini membuat kita sangat kekurangan SDM pertanian. Apalagi saat ini tidak banyak anak muda yang tertarik untuk bekerja di sektor pertanian,” tutur Midzon.

Bukan hanya persoalan SDM pertanian, ketersediaan lahan pertanian yang semakin menyempit juga menjadi tantangan besar. Padahal kebutuhan produksi semakin tinggi seiring dengan pertambahan populasi penduduk. “Setiap tahunnya, 100.000 hektar lahan pertanian berkurang,” kata Midzon.

Tantangan selanjutnya terkait perubahan iklim yang sembuat lahan pertanian mengalami kekeringan akibat kurang air.

 “Di bulan Oktober sampai Maret, tadinya sudah mulai musim hujan. Tetapi sekarang ini sangat sulit untuk diprediksi. Bahkan sudah masuk bulan Desember masih saja musim kemarau. Kondisi ini pada akhirnya membuat produktivitas tanaman pertanian menurun. Belum lagi adanya serangan dari hama penyakit tanaman,” pungkas Midzon.

 

 

Foto Galery - PT. Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan

Peringatan Hari Perkebunan ke-60 tanggal 10 Desember 2017

Peringatan Hari Perkebunan ke-60 yang jatuh pada 10 Desember 2017 mengambil tema “Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat Bangsa" digelar di Kampus Instiper Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Sejumlah pembicara yang sangat kompeten dalam menyoroti dan mengupas perkebunan di negeri ini. Mereka di antaranya adalah Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo; Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang; Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud; Rektor Instiper Yogyakarta, Purwadi; pemerhati politik perkebunan Prof. J. Kristiadi. Dialog dipandu oleh artis komedi terkenal Tukul Arwana.

Peringatan Hari Perkebunan ke-60 tanggal 10 Desember 2017

Peringatan Hari Perkebunan ke-60 yang jatuh pada 10 Desember 2017 mengambil tema “Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat Bangsa" digelar di Kampus Instiper Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Sejumlah pembicara yang sangat kompeten dalam menyoroti dan mengupas perkebunan di negeri ini. Mereka di antaranya adalah Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo; Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang; Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud; Rektor Instiper Yogyakarta, Purwadi; pemerhati politik perkebunan Prof. J. Kristiadi. Dialog dipandu oleh artis komedi terkenal Tukul Arwana.

Peringatan Hari Perkebunan ke-60 tanggal 10 Desember 2017

Peringatan Hari Perkebunan ke-60 yang jatuh pada 10 Desember 2017 mengambil tema “Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat Bangsa" digelar di Kampus Instiper Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Sejumlah pembicara yang sangat kompeten dalam menyoroti dan mengupas perkebunan di negeri ini. Mereka di antaranya adalah Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo; Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang; Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud; Rektor Instiper Yogyakarta, Purwadi; pemerhati politik perkebunan Prof. J. Kristiadi. Dialog dipandu oleh artis komedi terkenal Tukul Arwana.

Penyerahan Sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi MISB kepada PT. Multi Prima Entakai, PT Bangun Jaya Alam Permai, PT Wahana Sawit Subur Lestari, PT Hamparan Mas Sawit Bangun Persada dan PT Perkebunan Nusantara 7

Penyerahan Sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi MISB kepada PT. Multi Prima Entakai, PT Bangun Jaya Alam Permai, PT Wahana Sawit Subur Lestari, PT Hamparan Mas Sawit Bangun Persada dan PT Perkebunan Nusantara 7

Penyerahan Sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi MISB kepada : PT Multi Prima Entakai, PT Bangun Jaya Alam Permai, PT Wahana Sawit Subur Lestari, PT Hamparan Mas Sawit Bangun Persada dan PT Perkebunan Nusantara 7

Penyerahan Sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi MISB kepada : PT Multi Prima Entakai, PT Bangun Jaya Alam Permai, PT Wahana Sawit Subur Lestari, PT Hamparan Mas Sawit Bangun Persada dan PT Perkebunan Nusantara 7

Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) mengadakan Focus Discussion (FGD) bertema "Wacana RUU Perkelapasawitan", 2 Februari 2016 di Century Park Hotel, Jakarta

Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) mengadakan Focus Discussion (FGD) bertema "Wacana RUU Perkelapasawitan", 2 Februari 2016 di Century Park Hotel, Jakarta.

Lembaga Sertifikasi Perkebunan & Hortikultura Indonesia (LSP-PHI) bekersasama Instiper Yogyakarta dan BPDP Kelapa Sawit menyelenggarakan Workshop "Pengembangan SDM Sawit Kompeten", April 2016 di Yogyakarta

Lembaga Sertifikasi Perkebunan Hortikultura Indonesia (LSP-PHI) bekerjasama Instiper Yogyakarta dan BPDP Kelapa Sawit menyelenggarakan Workshop "Pengembangan SDM Sawit Kompeten", April 2016 di Yogyakarta.

Internasional Conference on Oil Palm and Enviroment (ICOPE) atau Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan ke-5 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Maret 2016

Internasional Conference on Oil Palm and Enviroment (ICOPE) atau Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan ke-5 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Maret 2016

Halal Bihalal Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit dengan stakeholder pada tangal 21 Juli 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta

Halal Bihalal Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit dengan stakeholder pada tangal 21 Juli 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta

Peringatan Hari Kakao Nasional yang ke IV, November 2016 di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta

Peringatan Hari Kakao Nasional yang ke IV, November 2016 di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta

Fokus Group Discussion data produksi kakao nasional 2015 di ruang Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Jakarta 30 September 2016

Fokus Group Discussion data produksi kakao nasional 2015 di ruang Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Jakarta 30 September 2016

Forum SMART Seed (Sosial and Enviromental Excellence Development) di Medan, 21 September 2016

Forum SMART Seed (Sosial and Enviromental Excellence Development) di Medan, 21 September 2016

«
»

Contact Us

Jl.Ciputat Raya No.7 Pondok Pinang Jakarta Selatan 12310

Phone: (+6221) 75916651

Fax: (+6221) 75916650

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Moto :

kompetensi kami adalah kepuasan anda

Thursday, 20 February 2020
Thursday, 25 Jumada al-thani 1441
Asia - Jakarta